Karena membaca adalah candu dan menulis adalah rindu.

Sabtu, 10 Maret 2018

Sajak Kerinduan

Puisi ini diikut sertakan dalam produk LPM Manunggal Undip

Rindu
Oleh: Isna Farhatina

Aku serupa malam. Seiring redup berubah temaram
Sunyi. Sendiri. Berteman sepi

Maaf, Tuan. Aku masih menjadikanmu inti dari segala tulisan
Pun setelah kita berjauhan
Sebab aku sangat tergila-gila pada aksara
Hanya dengan ini aku bisa melampiaskannya

Ada sesuatu yang berdesir didadaku. Mungkin tentang kita yang lama tak bersua
Kamu berhasil menanam rindu, Tuan. Mencipta jarak juga memupuk jeda
Semuanya tumbuh subur
Tak ada sedikitpun yang kabur
Tentang semua hal-hal bahagia yang pernah kita lakukan juga masih selalu
Ku rapal dalam ingatanku

Kini aku kesakitan menanti pertemuan
Padahal jelas nyatanya kamu tak akan pernah kembali, lagi.
Apakah akan jadi hal sia-sia?
Entah sampai aku melabuhkan lelah tiada menentu arah

Hening…
Disini aku menikmati tiap tikaman belati kerinduan
Yang kamu hunuskann dengan tajam. Sangat dalam.
Luka hati mungkin saja bisa sembuh. Namun rasa rinduku selalu meminta kambuh.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Contact Us

Silahkan isi form di bawah ini untuk menghubungi kami. Jika tidak ada halangan dan kesibukan lainnya, kami akan langsung merespon dengan cepat pesan yang Anda kirimkan.




Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.